Banjir Rob Pekalongan

** Pengungsi Banjir Rob Pekalongan Belum Dapat Bantuan **

Para pengungsi akibat terjangan banjir rob di Pekalongan, Jateng. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Pekalongan: Banjir rob yang menggenangi wilayah pesisir Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, memasuki puncaknya. Sejak kemarin sore, Kecamatan Wonokerto dan Tirto dilanda banjir rob dengan ketinggian hingga satu meter.

Perangkat Desa Tegaldowo, Kecamatan Tirto, Kuntari menuturkan, sebanyak 1.665 warga di RT 01 sampai RT 05 tergenang rob setinggi 80 cm. Bahkan, lanjut dia, di beberapa lokasi kedalaman air mencapai satu meter. Kondisi jalan sudah tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan bermotor.

“Sejak Minggu malam kemarin, warga kami yang mengungsi ada 190 orang. Mereka diungsikan di enam titik, yakni balai desa, masjid, mushola dan rumah-rumah warga yang lantainya sudah ditinggikan,” tuturnya, Senin (30/5/2016).

Warga beraktivitas di tengah banjir air laut di Pekalongan, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)

Nuratiyah, 40, salah satu warga Desa Tegal Dowo RT 02 RW 03, mengungsi di balai desa sejak minggu malam. Lantaran rumahnya tergenang rob hingga kedalaman 70 cm.

“Rob kali ini lebih besar dari tahun 2014 lalu, kalau dulu paling 30 cm, nah kalau sekarang sampai 70 cm lebih. Bantuan juga belum ada, paling bantuan makan nasi bungkus sekali saja pas pagi hari,” katanya.

Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Bambang Sujatmiko membenarkan kalau belum mengirim logistik ke pengungsi. “Namun sudah kami persiapkan,” katanya.

Namun, dia memastikan telah megevakuasi 245 warga Kecamatan Tirto di Desa Mulyorejo, Tegaldowo, dan Karangjompo. Mereka diungsikan ke beberapa titik, yakni Masjid Dubantex, Mushola Tegaldowo, Masjid Jami Mulyorejo, SDN Mulyorejo, rumah penduduk, dan balai desa setempat.

Bambang mengatakan, daerah genangan banjir rob makin besar menjelang akhir bulan. Berdasarkan prediksi Badan Penelitian Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, puncak banjir rob akan terjadi pada 31 Mei 2016. Namun, puncak rob justru datang lebih cepat dari prediksi.

“Sampai saat ini, sebagian masih bertahan di posko pengungsian, dan ada juga warga yang pulang ke rumah masing-masing meski kondisi masih banjir,” tambahnya.

Iklan